BRI Memiliki Agenda Aksi Korporasi Tahun Ini, Diam-Diam Aja!

Berita, Bisnis, Informasi351 Dilihat

Kuncishock News – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) telah mengungkapkan beberapa agenda aksi korporasi yang akan dilakukan dalam paparan kinerja semester I tahun 2023.

BRI adalah salah satu bank besar yang melaporkan kinerjanya untuk paruh pertama tahun ini, dan Direktur Keuangan BRI, Viviana Dyah, menjelaskan bahwa keterlambatan pelaporan ini terkait dengan limited review atau penelaahan terbatas yang sedang dilakukan oleh bank.

Viviana Dyah menyatakan, “Ini terkait beberapa aksi korporasi yang akan kami sampaikan lewat keterbukaan informasi”.

Salah satu aksi korporasi yang telah disebutkan sebelumnya adalah divestasi aset BRI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) di PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI).

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I, Kartika Wirjoatmodjo, sebelumnya mengungkapkan bahwa BRI dan BNI berencana untuk mendivestasikan aset mereka di BSI.

Dia menjelaskan, “Di pasar, saham BSI saat ini berada di bawah 8,4%, dan kami ingin menambah saham float. Dari pemegang saham pengendali saat ini, Bank Mandiri akan tetap menjadi pemegang saham pengendali selamanya, dan kami akan mencari investor strategis. BRI dan BNI akan secara perlahan keluar dari BSI. Ini adalah peluang yang kami lihat dalam pasar.”

Dengan melakukan divestasi ini, BRI dan BNI bertujuan untuk mendukung pertumbuhan pangsa pasar BSI sesuai dengan target menjadi salah satu dari 10 Bank Syariah terkemuka secara global pada tahun 2025.

Berdasarkan data dari RTI, kepemilikan saham BSI saat ini terbagi menjadi Bank Mandiri dengan 51,47%, BNI dengan 23,24%, BRI dengan 15,38%, dan masyarakat umum dengan 9,91%.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, juga telah menyatakan bahwa mereka masih menjajaki kemungkinan kerja sama dengan investor yang akan masuk ke BSI.

Baca juga  Key takeaways from this year's A-level results

Selain itu, Hery menyebut adanya peluang besar untuk menjalin kerja sama dengan investor asing, seperti investor dari Arab Saudi, yang dapat membantu BSI dalam membuka cabang di kota-kota suci Islam seperti Mekkah, Madinah, dan Riyadh untuk melayani kebutuhan nasabah selama ibadah haji dari Indonesia.