Telkom Makassar Adai Pelatihan Awareness Literasi Digital, Siswa Dibentengi Dengan Senjata Rahasia Ini!

Makassar – Telkom melalui unit CDC bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) menyelenggarakan pelatihan Awareness Literasi Digital, berfasilitas siswa dibentengi dengan senjata rahasia bagi 356 siswa kelas X SMK Telkom Makassar.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni untuk melindungi diri dari berbagai ancaman kejahatan digital.

Syifa Afifah Qalbi, pemateri dari Telkom, menekankan pentingnya memahami aturan dalam menggunakan perangkat digital.

“Sebelum berkomunikasi digital, siswa perlu mempelajari empat pilar penting: digital skill, digital safety, digital culture, dan digital ethics,” ujar Syifa.

Lebih lanjut, Syifa menjelaskan bahwa siswa perlu memahami perbedaan data pribadi dan privasi. Data pribadi harus dilindungi dan tidak mudah disebarluaskan.

“Jangan pernah memposting identitas di media sosial. Jangan mudah mengizinkan aplikasi untuk mengakses semua data di ponsel atau media sosial,” tuturnya.

Syifa juga membagikan tips untuk menjaga keamanan digital. Ada lima langkah yang bisa dilakukan:

  1. Identifikasi aset digital: akun medsos, e-mail, m-banking.
  2. Lindungi aset digital: password, 2FA, privacy setting, backup data.
  3. Deteksi insiden: haveibeenpwned, review activity, WA-web.
  4. Respon insiden: ganti password, account takeover, announcement.
  5. Recover akun: format ulang, restore, peningkatan keamanan.

“Dengan memahami aturan dan menjaga privasi, kita dapat terhindar dari kejahatan dan penyalahgunaan jejak digital,” kata Syifa.

Salah satu peserta pelatihan, Rini Apriliani, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini.

“Sekarang saya jadi lebih paham tentang bahaya kejahatan digital dan cara-cara untuk melindunginya. Saya juga jadi lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” ujar Rini.

Kepala Sekolah SMK Telkom Makassar, H. Muhammad Ishaq, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi Telkom atas penyelenggaraan pelatihan ini.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kami untuk meningkatkan literasi digital dan terhindar dari berbagai ancaman kejahatan digital,” ujar Ishaq.

Baca juga  AS dan China Mendorong Penurunan IHSG Pekan Ini

Ishaq berharap Telkom dapat terus menyelenggarakan pelatihan serupa untuk membantu generasi muda di Makassar agar lebih siap menghadapi era digital.

Dampak Positif Pelatihan Literasi Digital

Pelatihan literasi digital yang diselenggarakan oleh Telkom memiliki berbagai dampak positif bagi generasi muda, antara lain:

  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menggunakan perangkat digital dengan aman dan bertanggung jawab.
  • Membantu siswa untuk memahami berbagai jenis ancaman kejahatan digital dan cara-cara untuk melindunginya.
  • Meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga privasi dan keamanan data pribadi.
  • Membantu siswa untuk mengembangkan budaya digital yang positif dan beretika.
  • Mempersiapkan siswa untuk menjadi pengguna internet yang cerdas dan bertanggung jawab.

Harapan untuk Masa Depan

Diharapkan dengan adanya pelatihan-pelatihan seperti ini, generasi muda di Indonesia akan lebih siap menghadapi era digital.

Mereka akan menjadi pengguna internet yang cerdas dan bertanggung jawab, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Pemerintah, swasta, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk meningkatkan literasi digital di Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menyelenggarakan lebih banyak pelatihan literasi digital, menyediakan konten edukasi digital yang berkualitas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi digital.

Dengan meningkatkan literasi digital, Indonesia dapat membangun masyarakat yang lebih maju dan sejahtera di era digital.

Pelatihan literasi digital yang diselenggarakan oleh Telkom merupakan langkah positif dalam upaya melindungi generasi muda dari berbagai ancaman kejahatan digital.

Diharapkan dengan adanya pelatihan-pelatihan seperti ini yang berfasilitas seperti siswa dibentengi dengan senjata rahasia, generasi muda di Indonesia akan menjadi pengguna internet yang cerdas dan bertanggung jawab, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Tinggalkan komentar