6 Pengusaha Rumah Sakit Terkemuka yang Bergembira dengan Sahnya UU Kesehatan

Berita430 Dilihat

Kuncishock News – Saham perusahaan rumah sakit di Indonesia mengalami lonjakan signifikan setelah Rancangan Undang-Undang Kesehatan disahkan oleh DPR RI.

Saham-saham RS, seperti RS Siloam PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) dan PT Bundamedik Tbk. (BMHS), melesat tinggi pada Selasa (11/7/2023), masing-masing naik sebesar 9,89% dan 5,03%.

Berikut adalah beberapa pengusaha yang memiliki pengaruh besar di dunia rumah sakit di Indonesia:

 

1. Dato’ Sri Tahir

Dato’ Sri Tahir, lahir di Surabaya pada 26 Maret 1952, adalah pemilik Grup Mayapada, yang bergerak di berbagai sektor termasuk perbankan dan kesehatan.

Grup ini mengelola Rumah Sakit Mayapada atau Mayapada Hospital. Dato’ Sri Tahir memiliki saham pengendali di PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ), yang mengoperasikan Mayapada Hospital.

Ia juga dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia menurut Forbes, dengan kekayaan mencapai US$ 5,3 miliar atau sekitar Rp 79,28 triliun.

 

2. Martua Sitorus

Martua Sitorus adalah anak dari seorang konglomerat yang memiliki bisnis perkebunan kelapa sawit.

Selain bisnis perkebunan, keluarga Sitorus juga terlibat dalam bisnis rumah sakit.

Menurut Forbes, Martua Sitorus memiliki kekayaan sekitar US$ 3,2 miliar atau sekitar Rp 47,87 triliun.

 

3. Keluarga Boenjamin Setiawan

Boenjamin Setiawan, yang wafat pada 4 April 2023, adalah pendiri Rumah Sakit Mitra Keluarga dan juga mengendalikan PT Mitra Keluarga Tbk. (MIKA), yang mengoperasikan sekitar 25 rumah sakit.

Ia juga adalah pendiri perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF). Menurut Forbes, kekayaan Boenjamin Setiawan mencapai US$ 4,2 miliar atau sekitar Rp 61,2 triliun.

Baca juga  Federal Reserve reports that the 23 largest banks successfully withstood a severe recession scenario in stress tests