Apple Bagi-Bagi Kompensasi Rp 7,6 Miliar, Apa Sebabnya?

Kuncishock News – Apple Inc. adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar dan paling terkenal di dunia. Didirikan pada 1 April 1976 oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne, Apple memiliki markas besar di Cupertino, California, AS.

Perusahaan ini terkenal karena menciptakan inovasi-inovasi ikonik yang telah mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berkomunikasi.

Apple dikenal dengan produk-produk unggulannya, seperti iPhone, iPad, Mac, iPod, dan Apple Watch.

Produk-produk ini memiliki desain yang elegan dan kualitas yang tinggi, dan telah berhasil menciptakan tren yang memengaruhi seluruh industri teknologi.

Salah satu momen paling penting dalam sejarah Apple adalah peluncuran Macintosh pada tahun 1984.

Komputer ini memiliki antarmuka grafis yang revolusioner dan diiringi dengan iklan khas Super Bowl yang ikonik.

Namun, ketidaksepakatan antara pendiri, Steve Jobs, dan CEO saat itu, John Sculley, mengakibatkan pemecatan Jobs dari perusahaan yang ia dirikan sendiri.

Apple telah memulai program pemberian kompensasi kepada pengguna model iPhone lama dengan total nilai sekitar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,6 miliar.

Kompensasi ini diberikan sebagai respons terhadap tuntutan terkait baterai yang dikenal sebagai ‘batterygate’.

Dalam tuntutan ini, pengguna iPhone versi lawas mengklaim bahwa Apple dengan sengaja memperlambat performa ponsel mereka agar mendorong pembelian seri terbaru.

Beberapa pengguna bahkan mengalami masalah di mana iPhone tiba-tiba mati meskipun baterainya masih menunjukkan sekitar 30% sisa daya.

Pengguna yang terdampak oleh skandal batterygate ini adalah pemilik iPhone 6, 6 Plus, 6s, 6s Plus, dan SE dengan sistem operasi iOS 10.2.1 atau yang lebih lama.

Selain itu, pengguna iPhone 7 dan 7 Plus dengan sistem operasi iOS 11.2 atau yang lebih lama juga mengalami masalah serupa.

Baca juga  Cardiff University students demand deserving graduation

Setelah proses hukum berlangsung, Apple akhirnya setuju untuk membayar kompensasi kepada pengguna iPhone lama yang terkena dampak.

Setiap pengguna yang mengalami kerugian akan menerima kompensasi senilai US$ 65 atau sekitar Rp 997.000.

Menurut Macdailynews, sekitar 3 juta pengguna iPhone lama memenuhi syarat untuk menerima kompensasi ini setelah mendaftarkan diri mereka hingga batas waktu 6 Oktober 2020.

Meskipun Apple setuju untuk memberikan kompensasi, perusahaan ini tetap tidak mengakui kesalahannya.

Apple masih menolak tuduhan bahwa mereka dengan sengaja memperlambat perangkat iPhone lama untuk memengaruhi kinerjanya.

Meski begitu, kompensasi ini menjadi langkahnya untuk mengatasi dampak hukum dan memberikan solusi kepada para pengguna yang merasa dirugikan.