Robert Kiyosaki: Bitcoin Rp 1,5 M?

Kuncishock News – Bitcoin adalah mata uang digital pertama yang diperkenalkan pada tahun 2009 oleh seseorang atau kelompok yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Ini adalah bentuk mata uang digital yang beroperasi secara terdesentralisasi tanpa keterlibatan otoritas atau lembaga keuangan sentral.

Bitcoin tidak memiliki bentuk fisik seperti koin atau uang kertas konvensional, tetapi tersimpan dalam bentuk digital di jaringan blockchain.

Robert Kiyosaki, penulis terkenal dari buku “Rich Dad Poor Dad,” kembali membuat prediksi menarik melalui cuitan di akun Twitternya.

Setelah sebelumnya menyebutkan emas sebagai “uang dari tuhan,” Kiyosaki kini meramalkan bahwa harga Bitcoin akan mencapai Rp 1,5 miliar dalam waktu dekat.

Dalam cuitannya, Robert Kiyosaki menyampaikan keyakinannya bahwa Bitcoin akan mencapai nilai sebesar US$ 100 ribu atau setara dengan Rp 1,5 miliar.

Ia juga mengungkapkan pandangan bahwa emas dan perak merupakan bentuk “uang TUHAN,” sementara Bitcoin menjadi “uangnya” rakyat.

Kiyosaki juga membagikan skenario buruk yang mungkin terjadi, seperti lonjakan harga emas dan perak ketika saham dan obligasi mengalami penurunan.

Namun, apakah tindakan untuk membeli Bitcoin atau aset lainnya saat ini adalah pilihan yang bijak?

Pandangan Kiyosaki tentu menjadi pertimbangan, tetapi keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan keadaan finansial dan tujuan masing-masing individu.

Kiyosaki telah lama mengakui bahwa dia bukan penggemar saham, terutama ketika membahas tentang utang yang ada di Amerika Serikat.

Pendekatan investasi Kiyosaki lebih condong pada aset-aset yang dapat memberikan penghasilan pasif, bukan hanya mengandalkan peningkatan nilai semata.

Melihat portofolio investasi Kiyosaki, tampak bahwa dia cenderung memilih aset tanpa penghasilan tetap.

Emas menjadi pilihan investasi jangka panjangnya yang terutama menunjukkan performa positif di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca juga  ChatGPT Scan Mata Tukar Bitcoin, Cara Baru Untuk Ambil Data?

Namun, saham juga menjadi alternatif yang menarik ketika perekonomian mengalami pertumbuhan.

Di sisi lain, aset digital seperti Bitcoin memiliki karakteristik unik. Harganya sangat fluktuatif dan memiliki jam perdagangan yang lebih panjang dibandingkan saham konvensional.

Investasi dalam Bitcoin memang menarik bagi sebagian orang, tetapi karena volatilitasnya yang tinggi, tidak semua orang cocok dengan risiko yang dimilikinya.

Bagi pemula, emas bisa menjadi pilihan yang cukup aman. Namun, diversifikasi portofolio dengan saham atau reksa dana saham juga bisa memberikan keuntungan, terutama ketika ekonomi sedang membaik.

Penting untuk melakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan investasi dan selalu berkonsultasi dengan ahli keuangan jika diperlukan.