Patrick Walujo Menginspirasi GOTO setelah 2 Bulan Pimpinan

Dalam dua bulan kepemimpinan Patrick Walujo sebagai CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), ada banyak perubahan yang terjadi dan optimisme yang berkobar.

GOTO adalah hasil dari penggabungan Gojek dan Tokopedia, dua perusahaan teknologi besar di Indonesia.

Patrick Walujo, yang sebelumnya adalah seorang investor awal di Gojek, merasa sangat dekat dan mengenal baik bagaimana GOTO bekerja.

Dia menerima mandat dan amanah dari para pemegang saham untuk memegang kendali perusahaan ini, meskipun sebelumnya lebih dikenal sebagai seorang pengelola firma investasi yang beroperasi di balik layar.

Dalam periode awal Gojek dan Tokopedia, keduanya adalah startup yang berbeda dengan mimpi besar.

Gojek didirikan oleh Nadiem Makarim dan rekan-rekannya dengan tujuan membangun perusahaan rintisan yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap publik.

Sementara itu, William Tanuwijaya memulai Tokopedia, platform e-commerce yang diharapkan akan menjadi besar.

Keduanya berhasil meraih kesuksesan besar di bidang masing-masing. Patrick mengagumi ide brilian William dan semangatnya dalam menghadapi persaingan sengit di bisnis yang serupa.

Kemudian, pada tahun 2021, Gojek dan Tokopedia menggabungkan kekuatan mereka untuk membentuk GOTO.

Sebagai CEO GOTO, Patrick telah memetakan sejumlah tantangan internal dan eksternal yang harus dihadapi perusahaan ini.

Salah satunya adalah manajemen pengeluaran yang ketat, dengan pengurangan jumlah tenaga kerja sebesar 24% dan pengurangan beban tetap sebesar 10% selama tiga kuartal terakhir.

Selain itu, GOTO berupaya menjalankan bisnisnya dengan lebih efisien. Mereka telah memangkas subsidi ongkos kirim sebesar 15% dan berencana untuk menghemat lebih banyak lagi.

Ini terkait dengan keberhasilan GoTo Logistics (GTL) dalam bisnis pengiriman, yang telah menyumbang sekitar satu perlima dari pengiriman di Tokopedia.

Baca juga  Viral Home Depot Girl Twitter

Patrick juga berfokus pada memperkuat sinergi di dalam ekosistem, mempercepat eksekusi, dan membangun hubungan yang lebih erat dengan mitra strategis seperti Bank Jago.

Mereka berupaya mengembangkan produk dan layanan keuangan yang lebih baik untuk pelanggan.

Terakhir, GOTO berencana untuk lebih kreatif dalam menciptakan inovasi produk yang dapat mencapai berbagai segmen konsumen dengan cara yang lebih efisien.

Mereka ingin memperluas jangkauan pasar dengan produk-produk yang menjawab kebutuhan konsumen yang memperhatikan harga.

Dalam waktu singkat ini, Patrick telah memimpin perubahan signifikan dalam GOTO, dan meskipun tantangannya besar, dia optimis bahwa perusahaan ini akan mencapai tujuan misi tunggalnya untuk menjadi perusahaan teknologi terdepan di Indonesia.

Hanya waktu yang akan membuktikan apakah optimisme Patrick dapat terwujud.