Infinix Yakinkan Terkait HP China yang Tampil Mirip iPhone Diklaim Sulit Ditemukan

Berita, Smartphone292 Dilihat

Kuncishock News – Produk ponsel Infinix, yang banyak disebut mirip dengan iPhone buatan China, sedang menghadapi tantangan tersendiri di pasaran.

Produk-produk dari Infinix disebut-sebut “gaib” atau sulit dicari di pasaran, yang pada gilirannya membuat harga perangkat tersebut naik.

Laporan ini muncul setelah CNBC Indonesia melakukan pemantauan pasar pada bulan Juli lalu.

Seorang pedagang di kawasan ITC Kuningan dan Ambassador yang bernama Didi mengakui bahwa salah satu produk Infinix, yaitu Hot 30i, sempat sulit dicari.

Menurut Didi, harga ponsel Infinix tersebut juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan akibat kelangkaannya.

Hal ini menciptakan situasi di mana konsumen harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan perangkat tersebut.

Ana, seorang pedagang lainnya, juga membenarkan bahwa produk Infinix banyak dicari oleh masyarakat yang datang ke tokonya.

Namun, dia mencatat bahwa salah satu model, yaitu Note 30 Pro, sempat sulit dicari, sementara stok model lainnya masih tersedia dengan baik.

Fenomena ini menunjukkan bahwa produk-produk Infinix memiliki daya tarik sendiri di pasar, terutama di kalangan konsumen yang mencari alternatif terjangkau dengan fitur-fitur yang menarik.

Beberapa ponsel Infinix telah dianggap mirip dengan iPhone, meskipun dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Pihak Infinix sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait kelangkaan produk-produk mereka di pasar.

Namun, hal ini menunjukkan bahwa permintaan konsumen terhadap ponsel Infinix semakin meningkat, yang dapat menjadi peluang dan tantangan bagi perusahaan ini untuk mengelola produksi dan pasokan dengan lebih efisien.

Selain itu, fenomena ini juga mencerminkan bagaimana merek-merek ponsel dari China semakin dikenal dan diminati di berbagai pasar global, termasuk Indonesia.

Dengan penawaran perangkat yang kompetitif dan fitur-fitur canggih, ponsel-pensel buatan China semakin mendapatkan tempat di hati konsumen di seluruh dunia.

Baca juga  Ontario invests $1.3 million in truck driver training for underrepresented groups