Harga saham WeWork yang dulu pernah mencapai Rp 720 T, kini turun drastis di bawah Rp 3 Ribu

Berita, Bisnis378 Dilihat

Kuncishock News – WeWork, sebuah perusahaan yang pernah disebut sebagai unicorn dengan valuasi mencapai US$ 47 miliar, kini menghadapi masalah serius di pasar saham.

Harga saham perusahaan ini telah jatuh drastis, bahkan setelah melakukan rencana reverse stock split, dan kini diperdagangkan sekitar 14 sen per lembar, yang jauh dari valuasi puncaknya yang mencapai US$ 47 miliar.

Rencana reverse stock split saham 1-40 yang diumumkan oleh WeWork bertujuan untuk menghindari delisting dari New York Stock Exchange (NYSE), karena harga sahamnya telah jatuh di bawah US$ 1 per lembar.

Meskipun rencana ini diharapkan dapat meningkatkan harga saham hingga US$ 5,6 per lembar, pasar tampaknya masih skeptis terhadap prospek WeWork.

WeWork mengalami arus kas negatif yang signifikan dan menghadapi tekanan keuangan yang serius.

Perusahaan ini menghadapi kerugian yang cukup besar dan arus kas negatif dari aktivitas operasional, yang mengakibatkan ketidakpastian atas kemampuan perusahaan untuk bertahan.

WeWork telah beroperasi sebagai perusahaan terbuka selama empat tahun setelah melalui proses Initial Public Offering (IPO) yang sangat publik pada masa lalu.

Sebelumnya, WeWork adalah salah satu startup unicorn dengan valuasi tertinggi di dunia dan menarik minat investasi dari perusahaan seperti Softbank, yang memberikan valuasi US$ 40 miliar.

Namun, masalah perusahaan ini telah berlangsung selama beberapa waktu dan pandemi COVID-19 membuat keadaan semakin sulit.

Perusahaan penyewa ruang WeWork menghentikan sewa mereka karena bekerja dari rumah selama pandemi, dan ini mengakibatkan penurunan pendapatan yang signifikan.

Baca juga  Denso promotes managers, TAEC elects chairwoman